BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Buruknya sikap siswa terhadap mata
pelajaran Bahasa Indonesia dewasa inisangat memperihatinkan.Bahasa Indonesia memiliki peran sentral dalam perkembangan
intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan
dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu
siswa mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan
dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut
dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada
dalam dirinya.
Menurut Basiran (1999) tujuan
pembelajaran bahasa adalah “keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks
komunikasi.” Sedangkan tujuan belajar bahasa yang diutarakan Depdikbud(1995)
adalah “meningkatkan kemampuan siswa dalam komunikasi baik lisan maupun tulisan”.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembelajaran
Bahasa Indonesia adalah agar para siswa mampu berkomunikasi secara baik dan
benar, baik secara lisan ataupun tulisan serta dapat berapresiasi dan menciptakan
karya sastra dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan bakat dan minat siswa itu
sendiri.
Mengingat pentingnya bahasa
sebagai alat komunikasi terlebih lagi Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa
kesatuan NKRI, maka peningkatan kompetensi siswa dalam pelajaran Bahasa
Indonesia sangat dibutuhkan.Oleh karena itu, kompetensi guru dalam mengajar
serta tersedianya sarana dan prasarana media pembelajaran sangat berperan agar tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia yang
berorientasi pada siswa dapat tercapai. Sebagaimana telah dikemukakan diatas
bahwa persepsi siswa pada kompetensi guru dalam mengajar serta sikap siswa pada
pembelajaran Bahasa Indonesia akan berdampak pada prestasi siswa dalam
pelajaran Bahasa Indonesia itu sendiri.
Pada kenyataannya dalam praktek pengajaran yang terjadi di
lingkungan pendidikan sekolah kerap kali ditemukan permasalahan yang berkaitan
erat dengan kompetensi guru seperti halnya latar belakang pendidikan guru yang
tidak sesuai pada bidang studi yang diajarkan, sehingga pada saat proses
pengajaran guru tidak menguasai materi pelajaran ditambah ketidakingintahuan
guru yang kurang baik, seperti kurang minat dalam menggali ilmu dan pengetahuan
pada bidang studi yang diajarkan dan hanya terbatas pada buku yang dibaca tanpa
adanya proses belajar yang lebih tinggi guna meningkat kan kompetensi
mengajarnya. Jika kita samakan pendidikan saat ini dengan pendidikan sebelum
masa kemerdekaan tentulah jauh dari keberhasilan, hal ini dikarenakan siswa dan
kemajuan zaman dengan teknologinya memaksa guru untuk dapat lebih aktif dan
kreatif dalam proses penyampaian atau penguraian materi agar siswa menjadi
lebih aktif dan pembelajaran jauh dari sifat yang monoton.
Pengamalan ilmu dan pengetahuan seorang siswa pada hakikatnya
adalah inti dari proses belajar pembelajaran yang dilakukan di sekolah yang
terwujud pada sikap siswa dan berujung pada prestasi belajar siswa dalam bidang
studi Bahasa Indonesia.Oleh sebab itu penulis mencoba mengangkat permasalahan
tersebut dalam sebuah penelitian tesis sederhana dengan mengambil judul “Pengaruh Persepsi
Siswa Pada Kompetensi Mengajardan Sikap
Siswa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Di SMP Pada Kelas VIII Sub
Rayon 4 Kota Bekasi.”Kesiapan
belajar secara umum adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan keuntungan
dari pengalaman yang ditemukan. Sementara itu kesiapan kognisi bertalian dengan
pengetahuan seseorang dalam menghadapi situasi belajar yang baru. Kemampuan ini
bergantung pada tingkat kematangan intelektual, latar belakang pengalaman dan
cara-cara pengetahuan sebelumnya distruktur.
Keberhasilan siswa dalam proses belajar
disekolah merupakan tujuan awal para guru pada saat melakukan pengajaran.
Proses pembelajaran yang baik sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam memberikan
dan menguraikan materi pembelajaran yang tentu dimana pemberian ataupun
penguraian materi pelajaran harus dapat disesuaikan oleh keadaansiswa dewasa
ini, sebab
siswa adalah individu yang hidup dan berkembang sendiri. Pendidikan harus
memperlakukan dan melayani perkembangan siswa secara wajar. Ibarat proses
mekarnya bunga, guru tidak boleh memaksa kelopak bunga agar segera mekar
melainkan harus menunggu dengan sabar sambil rajin memberi pupuk. Biarlah siswa
berkembang secara wajar sesuai dengan kodratnya. Jadi dalam kaitan antara
persepsi siwa,kompetensi guru, dan prestasi belajar tidak dapat dipisahkan.
Oleh karenakan hal ini sangat berkaitan dan berpengaruh jika dilihat secara
seksama.Tetapi dalam hal inipenulis mencoba membuat pembuktian agar menjadi
suatu kebenaran atas keterkaitan hubungan antara persepsi siswa terhadap
kompetensi mengajar, dan prestasi siswa dalam pengamalan ilmu pengetahuan..
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakangmasalah
yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diidentifikasi sebagai berikut.
- Apakah guru yang mengajar Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan latar belakang pendidikannya?
- Apakah sikap belajar siswa mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
- Apakah kompetensi mengajar guru yang memadai dapat meningkatkan prestasi belajar siswa?
- Apakah guru bahasa Indonesia telah memberikan umpan balik secara berkesinambungan untuk pelajaran bahasa indonesia
- Apakah siswa aktif dalam proses belajar dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia
- Apakah proses belajar yang monoton mempengaruhi rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang bahasa?
- Apakah sikap belajar yang demokratif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia?
- Apakah kreativitas mengajar guru dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa?
- Apakah ada pengaruh antara kompetensi mengajar dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia
C. Pembatasan
Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah
yang telah diuraikan di atas diperoleh banyak sekali masalah yang
memerlukanpenelitian, tetapi karena keterbatasan waktu penulis,maka penelitian
ini dibatasi pada masalah berikut:
- Apakah ada pengaruh Persepsisiswaatas Kompetensi mengajar guru dan sikap siswa terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
- Apakah ada pengaruh Persepsi siswa terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
- Apakah ada pengaruh sikap siswa terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
D. Rumusan
Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang
telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan:
- Apakah terdapat pengaruh persepsi siswa pada kompetensi mengajar guru dan sikap siswa secara bersama-sama terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
- Apakah terdapat pengaruh persepsi siswa pada kompetensi mengajar guru terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
- Apakah terdapat pengaruh sikap siswa terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia?
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah:
- Mengetahui pengaruh persepsi siswa atas kompetensi mengajar guru dan sikap siawa secara bersa-sama terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia.
- Mengetahui pengaruh persepsi siswa atas kompetensi mengajar guru terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia terhadap prestasi belajar.
- Mengetahui pengaruh sikap siswa terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia terhadap.
Manfaat penelitian ini dibedakan
menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan
manfaat praktis.
1. Manfaat
teoritis
Secara teoritis, penelitian ini berupaya
membuktikan teori-teori yang sudah ada guna menambah perbendaharaan ilmu
pengetahuan pada bidang pendidikan,terutama pada pengaruh persepsi siswa pada kompetensi mengajar dan sikap siswa
terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia di sekolah menengah umum pertama.
2. Praktis
G. Sistematika
PenulisanTesis
Tesis ini berisi beberapa bab yang
terdiri dari pendahuluan, kerangka berfikir dan hipotesis dan metodelogi
penelitian. Penjelasan tiap bab tersebut sebagai berikut:
- BAB I Pendahuluan berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah,pembatasan masalah,perumusan masalah,tujuan penelitian, manfaat penelitian baik manfaat secara teoritis, praktis dan sistematika penulisan proposal tesis.
- Bab II Landasan Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis.yang berisi kajian secara teoritis mengenai pengertianbelajar Bahasa Indonesia, pengertian persepsi siswa pengertian,pegertian kompetensi mengajarpengertian sikap siswa pengertian prestasi belajar kerangka berpikir dan hipotesis penelitian
- BAB III Metodelogi Penelitian, berisi tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi sampel, teknik pengumpulan data, variabel penelitian dan instrumen penelitian.
- BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisisi deskripsi hasil penelitian, Pengujian Persyaratan analisis, pengujian hipotesis, pembahasan/interpretasi.
- BAB V Kesimpulan dan Penutup